Caritas KAM dan Caritas Indonesia Resmikan Lima Hunian Tetap di Kampung Babo, Pembangunan 45 Huntap Berikutnya Ditargetkan Siap September Mendatang

ACEH TAMIANG Caritas Keuskupan Agung Medan (KAM) Bersama Caritas Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana melalui program pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Memasuki awal Juli 2026, pembangunan lima unit Huntap telah selesai dikerjakan dan diresmikan sebagai rumah contoh dan menjadi acuan dalam pembangunan 45 unit Huntap berikutnya sehingga total sebanyak 50 unit Huntab dapat segera diwujudkan bagi masyarakat terdampak bencana.

Ketua Yayasan Caritas Keuskupan Agung Medan, Pastor Stefanus Sitohang, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, BPBD, Caritas Indonesia, para donatur, kepala desa (datok), vendor serta masyarakat Kampung Babo atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Huntap ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan solidaritas mampu menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang terdampak bencana.

‎”Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali harapan, rasa aman, dan martabat masyarakat yang terdampak bencana. Kami percaya, ketika pemerintah, masyarakat, organisasi kemanusiaan, para donatur, dan seluruh mitra berjalan bersama, pemulihan yang berkelanjutan dapat terwujud demi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Desa Babo,” ujar Pastor Stefanus Sitohang.

‎Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, mengatakan bahwa Caritas Indonesia merupakan bagian dari jaringan Caritas yang memiliki 38 lembaga Caritas di berbagai keuskupan di Indonesia. Seluruh jaringan tersebut memiliki misi yang sama, yaitu memberikan pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam mendampingi dan membantu masyarakat yang terdampak bencana. 

Ia juga menjelaskan bahwa Caritas Indonesia merupakan bagian dari Caritas Internationalis, sebuah konfederasi yang beranggotakan 162 organisasi Caritas dari berbagai negara dan berkantor pusat di Roma, Italia.

‎”Tujuan utama Caritas ialah pada saat terjadi darurat bencana ialah untuk berbagi dan berbelas kasih.  Maka dimanapun bencana terjadi, Caritas selalu hadir. Contohnya saja saat tsunami Aceh ada banyak Caritas Internasional dari berbagai negara ada di Aceh, tapi saat itu belum ada Caritas Indonesia. Tapi sekarang karena sudah ada Caritas Indonesia maka itu harus berkolaborasi dengan Caritas Indonesia.  Kamilah yang mengakomodir kemanusiaan yang ada di Indonesia, ” ujar Romo Fredy

Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menyampaikan apresiasi kepada Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan Agung Medan atas komitmennya mendukung percepatan pemulihan masyarakat pascabencana melalui pembangunan Huntap di Kampung Babo. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, para donatur, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Caritas Indonesia, Caritas Keuskupan Agung Medan, serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat kami. Kehadiran lima unit hunian tetap ini bukan hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. Kami berharap pembangunan 45 unit hunian tetap berikutnya dapat berjalan lancar sehingga seluruh penerima manfaat segera merasakan hasil dari program kemanusiaan ini. Kami juga berharap jumlah hunian tetap yang dibangun melebihi target 50 unit Huntap,” ujar Armia Fahmi.

Dalam kesempatan itu, Perwakilan Caritas Indonesia, Adi Rusprianto, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kepada penerima manfaat akan dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan pembangunan Huntap.

“Bapak dan Ibu, bantuan akan disalurkan dalam empat tahap, yaitu 25 persen, 50 persen, 75 persen, hingga 100 persen sesuai progres pembangunan. Pada Jumat ini, lima unit hunian tetap yang telah selesai akan diserahterimakan sekaligus diresmikan oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang di lokasi Huntap,” ujar Adi.

Manager Program Caritas KAM, Sagrina Bangun, menegaskan bahwa program pembangunan Huntap tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya menerima hunian tetap yang layak huni, tetapi juga memahami setiap tahapan program yang sedang berjalan. Karena itu, koordinasi dan komunikasi dengan para penerima manfaat terus kami lakukan agar seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga seluruh 45 unit Huntap selesai dibangun,” jelas perempuan yang akrab disapa Ina tersebut.

Sementara itu, Kepala Kampung Babo, Datok Khairi, menyampaikan apresiasi kepada Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan Agung Medan, serta seluruh pihak yang telah mendukung pemulihan masyarakat melalui pembangunan Huntap.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Caritas Keuskupan Agung Medan, Caritas Indonesia, dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Kampung Babo. Bantuan pembangunan hunian tetap ini menjadi harapan baru bagi warga kami untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman,” katanya.

Sebelumnya, pada 29 Juni 2026, Caritas Indonesia bersama Caritas Keuskupan Agung Medan telah mengadakan pertemuan dengan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang, Iman Suheri. Pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi antara Caritas dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat pascabanjir yang melanda wilayah tersebut tahun lalu.

Iman Suheri menyatakan pemerintah daerah siap memberikan dukungan, khususnya dalam aspek koordinasi, perizinan, dan pendampingan teknis agar pembangunan Huntap berjalan sesuai ketentuan.  Menurut Iman Suheri, sinergi antara pemerintah, Caritas, dan masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi para penyintas. Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga para penerima manfaat segera menempati rumah baru yang aman, nyaman, dan layak huni.

“Pemerintah daerah siap memberikan dukungan, terutama dalam aspek koordinasi, perizinan, dan pendampingan teknis agar proses pembangunan Huntap dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Kolaborasi ini diharapkan menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana,” ujarnya.

 

Share this post