ACEH TAMIANG – Caritas Keuskupan Agung Medan (KAM) Bersama Caritas Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana melalui program pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Memasuki awal Juli 2026, pembangunan lima unit Huntap telah selesai dikerjakan dan diresmikan sebagai rumah contoh dan menjadi acuan dalam pembangunan 45 unit Huntap berikutnya sehingga total sebanyak 50 unit Huntab dapat segera diwujudkan bagi masyarakat terdampak bencana.
Ketua Yayasan Caritas Keuskupan Agung Medan, Pastor Stefanus Sitohang, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, BPBD, Caritas Indonesia, para donatur, kepala desa (datok), vendor serta masyarakat Kampung Babo atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Huntap ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan solidaritas mampu menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali harapan, rasa aman, dan martabat masyarakat yang terdampak bencana. Kami percaya, ketika pemerintah, masyarakat, organisasi kemanusiaan, para donatur, dan seluruh mitra berjalan bersama, pemulihan yang berkelanjutan dapat terwujud demi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Desa Babo,” ujar Pastor Stefanus Sitohang.
Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk mengatakan bahwa Caritas Indonesia merupakan bagian dari jaringan Caritas yang memiliki 38 lembaga Caritas di berbagai keuskupan di Indonesia. Seluruh jaringan tersebut memiliki misi yang sama, yaitu memberikan pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam mendampingi dan membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Ia juga menjelaskan bahwa Caritas Indonesia merupakan bagian dari Caritas Internationalis, sebuah konfederasi yang beranggotakan 162 organisasi Caritas dari berbagai negara dan berkantor pusat di Roma, Italia. Tujuan utama Caritas ialah pada saat terjadi darurat bencana ialah untuk berbagi dan berbelas kasih. Maka dimanapun bencana terjadi, Caritas selalu hadir. Contohnya saja saat tsunami Aceh ada banyak Caritas Internasional dari berbagai negara ada di Aceh, tapi saat itu belum ada Caritas Indonesia. Tapi sekarang karena sudah ada Caritas Indonesia maka itu harus berkolaborasi dengan Caritas Indonesia. Kamilah yang mengakomodir kemanusiaan yang ada di Indonesia, ” ujar Romo Fredy













